Kemah Bahasa Arab (KBA) 2026 ITHLA DPW II Sukses Digelar, Perkuat Solidaritas dan Pengembangan Bahasa Arab
Ittihadu Thalabati al-Lughah al- ‘Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) II sukses menyelenggarakan Kemah Bahasa Arab (KBA) 2026 dengan mengusung tema “Neo-Solidarisme dan Penguatan Bahasa Arab.” Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 ini menjadi wadah pembinaan bagi mahasiswa Bahasa Arab antarinstansi untuk mempererat ukhuwah, meningkatkan kompetensi kebahasaan, serta mengembangkan karakter kepemimpinan.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan Open Ceremony yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juli
2026 di Kampus IUQI Bogor. Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan
dihadiri oleh jajaran pengurus ITHLA, panitia pelaksana, tamu undangan, serta
seluruh peserta KBA 2026. Momentum ini menjadi penanda dimulainya seluruh
rangkaian kegiatan sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi mahasiswa Bahasa
Arab dari berbagai instansi untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan
memperkuat semangat kebersamaan.
Setelah prosesi pembukaan, peserta mengikuti seminar kebahasaan yang disampaikan oleh Dr. Muh. Abrar, S.Hum., M.Hum.. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Arab sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan tantangan global. Peserta juga diajak untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa melalui proses belajar yang berkelanjutan serta menjadikan Bahasa Arab sebagai sarana membangun kontribusi akademik dan sosial.
Memasuki hari
kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan di Villa Pink, Pamijahan, Bogor, dengan
konsep perkemahan yang dipadukan bersama berbagai aktivitas edukatif dan
pengembangan karakter. Selain mengikuti dinamika kelompok yang bertujuan
membangun kekompakan dan kerja sama, peserta juga memperoleh materi mengenai
minat dan bakat yang disampaikan oleh Rizka Qurrata Ayuni, M.Pd.. Melalui sesi
tersebut, peserta didorong untuk mengenali potensi diri, mengembangkan
kemampuan kepemimpinan, serta mempersiapkan diri agar mampu memberikan
kontribusi positif di lingkungan akademik maupun organisasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai aktivitas dirancang untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab antarpeserta. Suasana kebersamaan yang terbangun tidak hanya menciptakan hubungan yang lebih erat, tetapi juga memperluas jejaring silaturahmi di kalangan mahasiswa Bahasa Arab dari berbagai instansi. Hal ini sejalan dengan semangat Neo-Solidarisme yang menjadi tema utama KBA 2026, yaitu membangun solidaritas yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Melalui
rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai pengalaman dan
pembelajaran yang berharga. Selain memperkaya wawasan mengenai pengembangan
Bahasa Arab, kegiatan ini turut meningkatkan motivasi untuk mengembangkan minat
dan bakat, melatih kemampuan bekerja sama, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta
menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga besar mahasiswa
Bahasa Arab. KBA 2026 juga menjadi ruang untuk mempererat sinergi
antarmahasiswa dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi kemajuan
organisasi dan pengembangan Bahasa Arab di Indonesia.
Kemah Bahasa
Arab (KBA) 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga
menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih erat di antara mahasiswa
Bahasa Arab antarinstansi. Semangat kebersamaan, kepemimpinan, dan kecintaan
terhadap Bahasa Arab yang tumbuh selama kegiatan diharapkan terus terpelihara
dan diwujudkan melalui berbagai program yang berdampak positif. Dengan
demikian, KBA dapat terus menjadi ruang pembinaan yang melahirkan generasi
mahasiswa Bahasa Arab yang unggul, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi
dunia kedepannya.
Kontributor:
Tsamrotul Hamidah

Komentar
Posting Komentar