Silatwil DPW II ITHLA 2026 Sukses Digelar: Menguatkan Sinergi, Peran, dan Peradaban Organisasi Mahasiswa Bahasa Arab
TASIKMALAYA — Ittihadu Thalabati al-Lughah al-‘Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) II sukses menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Wilayah (Silatwil) DPW II ITHLA Tahun 2026. Mengusung tema “Menyatukan Arah, Menguatkan Peran: Menjadikan Silaturahmi Wilayah sebagai Momentum Konsolidasi, Kolaborasi, dan Pengembangan Peradaban Organisasi ITHLA”, kegiatan ini berlangsung khidmat dan meriah selama dua hari, pada 16–17 Oktober 2026.
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah pembinaan strategis bagi mahasiswa Bahasa Arab antarinstansi untuk mempererat tali ukhuwah, meningkatkan kompetensi kebahasaan, serta menggembleng karakter kepemimpinan yang adaptif dan kontributif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony pada Jumat (16/10) di Meeting Hall UNIRU. Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pengurus ITHLA DPW II, panitia pelaksana, para tamu undangan, serta seluruh delegasi peserta Silatwil 2026 dari berbagai kampus. Tercatat, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, STAI Nurul Iman Bogor, IAI Al-Azis Indramayu, STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta, STAI Al-Badar Cipulus, dan Universitas Islam Bogor. Momentum ini menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian acara sekaligus menjadi ruang silaturahmi awal untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan memperkuat semangat kebersamaan antarpeserta.
Dalam laporan dan sambutannya, Ketua Pelaksana Alfito N.F.N. menyampaikan harapan mendalam agar kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta:
“Semoga setiap langkah yang terayun bukan sekadar gerak, setiap peluh yang jatuh bukan sekadar lelah, dan setiap pertemuan menjadi awal dari sesuatu yang lebih bermakna. Biarlah Silatwil tumbuh bukan hanya sebagai wadah untuk mengasah kemampuan, tetapi juga sebagai tempat menempa karakter, mempererat persaudaraan, serta meninggalkan jejak yang akan selalu dikenang dan tentunya memberikan ilmu yang bermanfaat bagi semuanya.”
Usai prosesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Sesi 1 yang menghadirkan narasumber Asep Tamam, M.Pd. Mengangkat judul “Dari Silaturahmi Menuju Sinergi: Menguatkan Peran ITHLA Dalam Membangun Peradaban Organisasi di Era Perubahan”, beliau menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa Bahasa Arab dalam menjawab tantangan zaman dan menjadikan organisasi sebagai pilar peradaban yang progresif.
Setelah pemaparan materi, peserta berpartisipasi aktif dalam Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk membedah gagasan narasumber, menyusun resume, serta merumuskan pemikiran dan pelajaran berharga yang diperoleh selama sesi materi.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada Seminar Sesi 2 yang dikemas dalam bentuk Workshop Administrasi bersama Cecep Muttaqin, Lc., M.Pd. Pada sesi ini, narasumber membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai tata kelola administrasi keorganisasian yang tertib, sistematis, dan profesional sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda kepengurusan ITHLA.
Memasuki malam hari, suasana menjadi makin intens dengan digelarnya Sidang Pleno Tengah Pengurus ITHLA DPW II sebagai agenda evaluasi dan proyeksi kinerja organisasi di pertengahan periode kepengurusan.
Memasuki hari kedua, Sabtu (17/10), kegiatan dikemas dengan perpaduan pengembangan diri dan keakraban. Departemen Pemberdayaan Keperempuanan mengawal agenda Beauty Class bertajuk “Beauty in Confidence: Belajar Make Up Untuk Tampil Percaya Diri” yang ditujukan khusus bagi peserta perempuan guna menumbuhkan rasa percaya diri dan penampilan profesional.
Sementara itu, keseruan ajang olahraga dan e-sports turut menyemarakkan hari kedua. Perlombaan badminton, turnamen Mobile Legends, serta pertandingan futsal berlangsung sangat meriah. Riuh antusiasme dan dukungan dari para santri serta delegasi makin memeriahkan suasana kompetisi yang sportif di lapangan.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh aktivitas dirancang untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab antarpeserta. Suasana kebersamaan yang terbangun tidak hanya menciptakan hubungan kekeluargaan yang erat, tetapi juga memperluas jaringan silaturahmi mahasiswa Bahasa Arab antarinstansi. Hal ini sejalan dengan komitmen ITHLA untuk terus menghidupkan nilai-nilai konsolidasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai wawasan dan pengalaman berharga. Selain memperkaya pemahaman tata kelola organisasi dan kebahasaan, Silatwil 2026 menjadi ruang penting untuk melatih kerja sama tim, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap keluarga besar ITHLA.
Silaturahmi Wilayah (Silatwil) DPW II ITHLA Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang berdampak nyata. Semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang telah ditempa diharapkan terus menyala dan membawa generasi mahasiswa Bahasa Arab menjadi generasi yang unggul, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan dunia di masa depan.
Komentar
Posting Komentar